home

 

CIANJUR-BERITA.COM MENGUCAPKAN SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA

 

 

 

Diusulkan Nama Provinsi Jawa Barat Diganti
 
Gedung Sate
 
Cianjur-berita.com_01 08 2013
Beberapa tokoh dan akademisi Jawa barat mengusulkan ke DPRD Jabar supaya nama  Provinsi Jabar diganti dengan nama yang berjati diri Sunda. Seperti,  menjadi Provinsi Pasundan, Tanah Sunda, atau Tatar Sunda.
Usulan tersebut diserahkan oleh Komunitas Pengkaji Pergantian Nama Provinsi Jabar, yang didalamnya teridiri para tokoh dan akademisi, penyerahan usulan itu dalam bentuk petisi ke Komisi A DPRD Jabar, Kamis (25/7) petang.
Asep Saeful Muhtadi, juru bicara Komunitas Pengkaji Pergantian Nama Provinsi Jawa Barat, mengatakan bahwa komunitasnya  telah mengkaji perubahan nama tersebut dilihat baik secara filosofi, historis, maupun ekonomis. Namun, pihaknya tidak akan mematok agar nama itu menjadi Provinsi Pasundan. Karena, penamaan provinsi baru itu masih bisa diperbincangkan.
"Kajian ini berdasarkan pertemuan sejumlah tokoh pada 17 Desember 2012," kata Asep kepada wartawan.
Asep melihat bahwa dari sisi filosofis, historis, ekonomis, juga sisi yang lainnya, nama Jabar itu tidak relevan dan tidak mencerminkan jati diri Sunda. Karena, Jabar bukan nama provinsi hanya penamaan untuk membedakan letak geografis.
Bahkan secara geografis pun, kata dia, nama Jabar tidak relevan. Karena sekarang telah ada provinsi yang lebih barat dari Jabar, yaitu Provinsi Banten dan DKI Jakarta. Secara pskilogis pun, nama Jabar tidak akan berdampak apa-apa pada penghuninya. Karena nama itu mencerminkan jati diri, maka harus diubah.
"Namun Pasundan itu bukan harga mati. Jika ada yang lebih cocok dan relevan untuk mencerminkan jati diri Sunda itu ya silakan. Pokoknya ada nilai dan unsur kesundaaannya," sebutnya kepada ROL.
Asep mengatakan bahwa kini saatnya urang Sunda tidak lagi menggunakan istilah 'Mangga Tipayun' tapi 'Punten Kapayunan'. Jadi, jati diri orang Sunda harus ditonjolkan.
Ditanyakan kepadanya bahwa bagaimana dengan wilayah Pantura dan daerah lainnya yang kulturnya agak beda dengan sunda, Asep berpendapat, hal itu persepsi atau imej yang keliru. Sebab, daerah di Jabar itu merupakan wilayah kesundaan.
Kalau pun di Cirebon atau Indramyu ada bahasa Jawa, itu bukan Jawa Cirebonan tapi Sunda Cirebonan atau Sunda Majelengkaan, atau Sunda Indramayuan. "Cirebon, Majalengka, dan Indramayu itu berdasarkan sejarah dan didirikan oleh anak dan cucu Prabu Siliwangi. Saya juga aneh, mengapa muncul ada Jawa Cirebonan. Padahal itu Sunda Cirebonan," katanya.
Keuntungan dari perubahan nama provinsi, masih kata Asep, adalah untuk identitas politis. Jadi tujuannya bukan pemekaran provinsi._TB

 

 

 

Ratusan Juta Rupiah Tiap Hari Hasil Keringat TKI Mengalir ke Cianjur
 
ilustrasi
 
Cianjur-berita.com_01 08 2013
Menjelang hari lebaran, aliran uang ke Kabupaten Cianjur mengalami peningkatan yang signifikan. Peningkatan ini disinyalir hasil dari jerih payah putra putri Cianjur yang merantau mencari nafkah wilayah lain atau di negara luar.
Salah satu bukti nyata adalah PT Pos Indonesia Cabang Cianjur, Jabar, menjelang hari Lebaran mencairkan Rp 50 juta hingga Rp 100 juta per hari uang kiriman TKI asal Cianjur.
Kepala Kantor Pos Cianjur Tedi Suryadi, Senin mengatakan selain pengiriman uang, pengiriman paket melalui kantor pos juga mulai mengalami peningkatan sekirat 30 persen dan diprediksi mencapai puncaknya pada H-3 lebaran.
Pengiriman paket tersebut, sebagian besar berupa makanan kering dan pakaian dengan tujuan berbagai kota di Indonesia serta uang kiriman TKI yang meningkat tajam.
"Untuk peningkatan pengguna jasa paket tersebut mulai terasa sejak awal puasa, dan lonjakan pengiriman paket tersebut biasanya berlangsung hingga H-7 lebaran," katanya kepada ROL.
Dia menyampaikan, selain jasa paket, yang mengalami peningkatan ada pada jumlah pengiriman surat dan penerimaan wesel. "Untuk pengiriman surat dan wesel juga meningkat sekitar 20 persen. Baik wesel penerimaan dari luar kota maupun dari luar negeri," ujarnya.
Dia mengatakan bahwa pengiriman uang dari luar negeri didominasi  dari Arab Saudi dan Malaysia, Brunai Darussalam dan Hong Kong.
"Kami sudah prediksi sebelumnya sehingga berapa pun pengambilan kami siap untuk membayarnya saat itu juga. Sehingga Kami akan memberikan pelayanan prima, sehingga konsumen merasa puas dan nyaman," ujarnya.
Selain melalui Kantor POS, masih banyak jasa keuangan yang melayani jasa pengiriman keuangan yang cepat._TB

 

 

Kapal Pengangkut Ratusan Imigran Tenggelam di Perairan Cianjur
ilustrasi
Cianjur-berita.com_25 07 2013
Selasa (23/7) malam, kapal pengangkut ratusan imigran gelap tenggelam di Perairan Selatan Kabupaten Cianjur.  Sampai sekarang petugas gabungan terus berusaha menyisir kondisi para imigran yang berupaya menyeberang ke wilayah Australia.
Para imigran tersebut berasal dari negara Srilangka, Pakistan, Irak, dan Afganistan. "Data imigran yang berhasil diselamatkan masih simpang siur," ujar salah seorang warga Jayanti, Kecamatan Cidaun, Cianjur Rahmat, Rabu (23/4).
Sebab, korban tenggelam tersebut tersebar ke sejumlah titik seperti di Pantai Jayanti dan Pantai Sukapura. Namun, kata Rahmat, ada sebanyak 37 imigran yang diselamatkan di Pantai Sukapura.
Anggota Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalob) BPBD Cianjur, Nina, mengatakan kepada Liputan6.com:"Yang sudah ditemukan 9 orang meninggal. Selamat ada 186 orang," Nina menambahkan, hingga kini tim penyelamat masih terus melakukan pencarian korban yang hilang. Tim gabungan yang terdiri dari BPDB, relawan, dan PMI itu akan bertugas hingga Jumat 26 Juli mendatang.
"Tim juga sampai hari Jumat akan melakukan pencarian," ucap Nina.
Berdasar laporan dari tim di lapangan, lanjut dia, seluruh korban tewas kini dilarikan ke Puskesmas Cidaun dan sebagiannya ada di Puskesmas Sukapura.
Kapal yang mengangkut ratusan migran yang hendak menuju Australiatenggelam setelah diterjang ombak. Tim evakuasi saat ini masih menyisir lokasi untuk mencari korban lainnya._TB

 

 

 

Belasan Rumah di Sukaresmi Rusak Karena Tanah Amblas
Tanah longsor ilustrasi
 
Cianjur-berita.com_17 05 2013
Belasan rumah di Kampung Sukasirna, Desa Cibanteng, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (16/5) mengalami kerusakan yang cukup parah. Kerusakan tersebut karena tanah amblas.
Warga yang diungsikan akibat bencana tersebut sebanyak 55 jiwa, mereka diungsikan ke tempat yang dianggap lebih aman.
“Pergerakan tanah sudah terjadi sejak Selasa (14/5) lalu.” Kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Suhara, Kamis (16/5) seperti dilansir ROL.
Dari hari ke hari keadaan pergerakan tanah yang ambla terlihat semakin parah. Bahkan, menurut Asep, hari ini tanah mengalami amblas sampai empat meter
Kondisi tersebut dipandang cukup membahayakan para penguhuni rumah yang bertempat di sekitar tanah amblas tersebut. Oleh karena itu, puluhan jiwa warga yang terkena tanah amblas sudah diungsikan. Sekarang pemerintah sedang mengkaji berbagai hal untuk mendapatkan solusi dalam menanggulangi dan mengatasi masalah ini._TB

 

5 Korban Bunuh Diri Di Cianjur Dalam 1 Bulan Terakhir

 
Cianjur-berita.com_15 05 2013
Kamar jenazah RSUD Cianjur, Jawa Barat, dalam satu bulan terakhir, menerima lima jenazah korban bunuh diri dari berbagai wilayah di Kabupaten Cianjur. Adalah seorang pria yang menghilangkan nyawanya sendiri melalui cara gantung diri merupakan korban terakhir diterima.
Wahyudin, Kepala Kamar jenazah RSUD Cianjur, mengatakan bahwa yang terakhir kali dimasukkan ke kamar jenazah adalah jenazah pria atas nama Lukmanul Hakim (25) penduduk Kampung Pasir Hayam, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, pada hari senin.
"Kami menerima jasad pria tersebut, dalam keadaan sudah tidak bernyawa dengan bekas lilitan di bagian leher. Korban diduga kuat bunuh diri karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di bagian tubuhnya," kata Wahyudin dilansir Antara, Senin (13/5).
Dalam keadaan sudah tidak bernyawa, korban ditemukan sudah tewas tergantung di sebuah pohon tidak jauh dari jembatan Cikaret, yang di bawahnya membentang aliran Sungai Cisarua. Diperkirakan korban mengakhiri hidupnya karena mengalami depresi berat.
Penemuan jenaza korban tersebut cukup menggegerkan masyarakat sekitar, terutama warga Kampung Pasir Hayam. Dengan demikian, warga segera melaporkan temuan mayat tersebut ke Mapolsek Cilaku.

Petugas kepolisin yang tiba ke lokasi, langsung melakukan olah TKP dan mengumpulkan data dan informasi dari sejumlah saksi dan selanjutnya membawa jenazah ke RSUD Cianjur untuk dilakukan proses otopsi.

Empat jenazah dengan kondisi sama ditemukan tergantung di sejumlah wilayah selama satu bulan terakhir. Di antaranya dua jasad diketahui warga Kecamatan Cianjur, dua lainnya warga Kecamatan Cilaku.

"Sebagian besar latar belakang mereka bunuh diri karena terlilit hutang dan depresi. Sepanjang tahun ini, kasus bunuh diri cukup menonjol pada bulan April hingga pertengahan Mei," ujar Wahyudin._
TB

 

 

Premium Susah dan Mahal, Nelayan Cianjur Selatan Tidak Melaut
Cianjur-berita.com 15 05 2013
Sekitar sepekan terakhir aktivitas melaut ratusan nelayan di daerah Cianjur selatan, di Pelabuhan Jayanti, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat lumpuh. Hal tersebut disebabkan oleh kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi Premium yang terjadi di wilayah tersebut.
Kelangkaan tersebut menyebabkan warga dan nelayan mengeluh karena bukan hanya susah didapat, tapi kalaupun ada di tempat eceran harganya mencapai Rp. 6.500 perliter.
Salah seorang nelayan setempat, Asep Yayan (40), mengatakan kepada TEMPO.CO, bahwa akibat sulitnya mendapatkan BBM di SPBU, ia tidak bisa mencari ikan di laut. Padahal, mereka sudah mengantongi surat rekomendasi dari desa setempat untuk membeli Premium tersebut.

"Sudah sepekan kami sulit mendapatkan Premium. Kalaupun ada, harganya Rp 6.500 per liter," ujar Asep di Cianjur, Rabu, 15 Mei 2013.

"Biasanya 40 liter, sekarang paling dikasih 10 liter. Dan itu tidak sebanding dengan perjalanan saya dari Jayanti ke SPBU," kata dia.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Cianjur Selatan, Mamat Rahmat, menyebutkan, dari 220 nelayan di Jayanti, sekitar 70 persen di antaranya tidak dapat melaut. Mereka lebih memilih menganggur daripada melaut yang membutuhkan biaya besar._TB


 

Di Cianjur Syarat Nikah Diperketat

 

 

 

Cianjur-berita.com : 18 04 2013
Sehubungan dengan maraknya pernikahan di bawah umur, terutama di daerah pinggiran Kabupaten Cianjur, maka Kantor Kementrian Agama Cianjur, Jawa Barat memperketat prosedur dan persyaratan menikah.
Pihak Kemenag Cianjur terus melakukan upaya meminimalisir usia nikah di bawah umur dengan melakukan cara koordinasi dengan Majlis Ulama Indonesia, Kantor Urusan Agama dan tokoh masyarakat, kata Kepala Kemenag Cianjur, Dadang.
"Sosialisi sangat diperlukan guna menekan pernikahan dibawah umur karena kemapanan usia perkawinan harus betul-betul dipikirkan," kata Dadang kepada Antara News.
Dadang mengatakan bahwa pihak Kemenag meminta kepada para calon pengantin agar memenuhi segala prosedur dan aturan yang berlaku sebelum melangsungkan pernikahan.
Sekitar 30 KUA terdapat di Cianjur dan tidak sedikit yang menerima pasangan yang berada pada usia di bawah standar untuk menikah, walaupun begitu pemerintah tetap berusahaa mengarahkan para calon pengantin untuk memenuhi semua aturan dan prosedur yang berlaku._TB

 

Banjir Mengancam Cianjur

  

Cianjur-berita.com, 16 04 2013 : Terkait dengan curan hujan yang cukup tinggi mengguyur Cianjur, terutama Daerah Aliran Sunga (DAS) Citarum, maka dikhawatirkan sebagian wilayah Cianjur diterjang banjir. Sekitar empat kecamatan yang berada di sekitar DAS Citarum potensi terkena banjir luapan air Citarum kalau kondisi curah hujan tetap tinggi.

Rencananya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur akan melakukan pemetaan wilayah rawan banjir itu untuk mengetahui lebih detail berapa jumlah kepala keluarga (KK) yang tinggal di bantaran DAS Citarum.

Ada sekitar empat kecamatan yang berada di sekitar DAS Citarum di Kabupaten Cianjur itu yaitu, Kecamatan Haurwangi, Cikalongkulon, Mande, dan Sukaluyu. Dengan  kondisi curah hujan yang tinggi saat ini,  dikhawatirkan bakal terjadi banjir bandang ujar Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Asep Ahmad Suhara.

"Tapi kita belum bisa menetapkan status bencananya, karena belum ada informasi lebih lanjut dari BMKG (Badan Meteoroligi Klimatologi dan Geofisika) mengenai tingkat curah hujan saat ini," kata Asep kepada Mepedia Indonesia, Senin (15/4).

sekarang sedang diolah rumusan pemetaan untuk penanganan ancaman banjir tersebut dengan libatkan pihak kecamatan dan desa setempat. Nanti kalau sudah terpetakan wilayah rawan bencana banjir di DAS Citarum, maka langkah penganannya akan terkoordinir dengan baik.

 

Aturan Baru Lebih Ketat Untuk Meningkatkan Kualitas

Cianjur-berita.com, 15 04 2013

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Mukharom mengatakan bahwa pelaksanaan UN kali ini dilakukan sangat ketat dengan melibatkan anggota kepolisian, pihak dinas serta dari unsur indipenden, yaitu perguruan tinggi. Bahkan sejak distribusi soal ke tiap sekolah sampai akhir pelaksanaan UN akan terus dilakukan penjagaan.

Mukharom mengatakan bahwa soal sudah diterima. Priopritas distribusi ke wilayah selatan Cianjur, karena jarak tempuh dan medan menuki setiap sekolah cukup berat. Namun setiap distribusi soal tentu saja dijaga ketat oleh anggota polisi.
Mukharom sangat berharap proses UN tingkat SMA/SMA/MA dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan sukses. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalkan kebocoran soal. Dan hasilnyapun mudah-mudahan sukses alias semua bisa lulus.
Dia mengatakan bahwa aturan bari dari Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) bisa membuat pelaksanaan UN berjalan ketat. Salah satu aturan baru itu adalah variasi soal, di satu kelas peserta ujian nanti akan ada beberapa tipe soal yang berbeda.
"Tujuannya agar para peserta ujian bisa lebih berkonsentrasi," katanya.
Mukharom menambahkan bahwa aturan baru bukan bermaksud untuk membebani peserta UN, jusru untuk menghasilkan lulusan sekolah yang lebih berkualitas dan berbobot. Oleh karena peserta UN jangan terlalu risau, pada intinya aturan baru itu tidak jauh berbeda dengan aturan yang lama. Aturan baru ini terus disosialisakan ke selurh sekolah.
Diharap dengan adanya aturan UN yang baru ini, setiap guru yang mengajar di sekolah agar lebih serius dalam menjalankan PBM (proses belajar mengajar) dan sering melakukan latihan-latihan membahas soal, terutama pelajaran yang di-UN-kan._TB

 

150 personel dari Polres Cianjur untuk mengawal jalannya proses UN SMA/SMK/MA di Cianjur
 
Cianjur-berita.com, 15 04 2013
Dimulai dengan penempatan petugas kepolisian di gudang penyimpanan soal di Dinas Pendidikan sebanyak 10 personel. Kemudian ada sebagian anggota yang mengawal perjalanan distribusi soal ke setiap sekolah.
"Untuk pengamanan UN di Kabupaten Cianjur kita turunkan 150 personel. Mereka akan ditempatkan antara lain di gudang penyimpanan soal di Dinas Pendidikan sebanyak 10 personel, dan untuk pengawalan distribusi soal masing-masing setiap mobil sebanyak 3 personel. Sisanya akan mengawasi jalannya pelaksanaan UN di masing-masing sekolah," kata Kabag Ops Polres Cianjur, Kompol Gatot Satrio Utomo kepada INILAH, Minggu (14/4/2013).
Gatot menjamin tak bakal terjadi kebocoran soal UN, seperti terjadi di beberapa wilayah. Karena pengamanan pelaksanaan di tiap-tiap lokasi atau sekolah penyelenggaraan UN, menurut Gatot, pihaknya juga akan membantu pihak dinas melakukan penjagaan berkas soal.
Dia mengatakan : "Kita dengar di daerah lain ada kejadian sebelum berkas soal tiba, lembar jawabannya sudah beredar. Kami jamin tak akan ada kebocoran soal di Cianjur kita,"
Ayam Pelung
Ayam Pelung merupakan ayam peliharaan asal Cianjur, sejenis ayam asli Indonesia dengan tiga sifat genetik. Pertama suara berkokok yang panjang mengalun. Kedua pertumbuhannya cepat. Ketiga postur badan yang besar. Bobot ayam pelung jantan dewasa bisa mencapai 5 - 6 kg dengan tinggi antara 40 sampai 50 cm.
Menurut cerita tahun 1850 di Desa Bunikasih Kecamatan Warungkondang Cianjur ada Kiayi dan Petani bernama H. Djarkasih atau Mama Acih menemukan anak ayam jantan di kebunnya.
Anak ayam yang trundul di bawa pulang dan dipelihara. Pertumbuhan anak ayam tersebut sangat pesat menjadi seekor Ayam Jago bertubuh besar dan tinggi serta suara kokoknya panjang mengalun dan berirama. Ayam jantan itu dinamakan Ayam Pelung dan oleh Mama Acih dikembangkan, dikawinkan dengan ayam betina biasa.
Sekarang Ayam Pelung ini semakin terkenal dan cukup diminati oleh masyarakat umum, wisatawan nusantara dan mancanegara. Seorang Putra Kaisar Jepang pernah berkunjung ke Warungkondang untuk melihat peternakan Ayam Pelung tersebut. Bahkan di Cianjur setiap tahun diselenggarakan kontes Ayam Pelung yang diikuti pemilik dan pemelihara ayam pelung se-Jawa-Barat dan DKI Jakarta. Ayam Pelung terbaik yang menjadi juara kontes bisa mencapai harga jutaan rupiah.
Nama ayam pelung berasal dari bahasa sunda Mawelung atau Melung yang artinya melengkung, karena dalam berkokok menghasilkan bunyi melengkung juga karena ayam pelung memiliki leher yang panjang dalam mengahiri suara / kokokannya dengan posisi melengkung.
 

Kelalaian Supir Tronton Memakan Korban 16 jiwa Meninggal ditempat

 

 Kelalaian mengemudi kembali memakan korban jiwa manusia. Kejadian tersebut terjadi di jalan antara Kabupaten Cianjur dan Sukabumi, tepatnya di daerah sekitar Bangbayang, Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur.
Sekitar pukul 06.00 pagi warga Warungkondang dikejutkan dengan kejadian yang memilukan. Yaitu, sebuah tronton bermuatan oli merek ternama, melaju dari arah Sukabumi menuju ke arah Cianjur dalam, masuk ke wilayah Kecamatan Warungkondang tronton tersebut terlihat berjalan dengan kurang stabil. Tiba di depan SDN 2 Bangbayang, tronton tersebut memakan korban pertama yaitu menabrak sebuah angkot hingga mengakibat kan angkot tersebut rusak parah dan tentu saja memakan korban manusia di dalamnya. Kemudian tronton tersebut oleh ke sebelah kanan jalan alias masuk ke jalur berlawanan dan mengakibat menghantam perumahan warga dan sekaligus menggilas sekitar 12 unit sepeda motor. Kebanyakan korban yang mengendarai sepeda motor adalah warga Cianjur yang mau berangkat ke tempat kerja di kawasan industri di Sukabumi.
Dilansir sementara korban jiwa manusia sebanyak 16 orang meninggal di tempat. Sekitar 20 orang lainnya dalam keadaan koma dilarikan ke rumah sakit terdekat, yakni Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur_HM
 
Kecalakan Maut Itu Karena Rem Blong
Tabrakan beruntun yang terjadi pada sabtu pagi 23 -02-2013, yang berujung maut untuk belasan orang , yang terjadi di Daerah Bangbayang, ternyata disebabkan karena rem blong pada mobil kontainer yang memakan korban belasan jiwa manusia tersebut. Posisi akhir dari mobil besar tersebut dalam keadaan terbalik, sopir dan kernetnya tergencet, supir tersebut akhirnya meninggal.
Para korban meninggal dan luka yang lainnya sudah dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Namun saking rusaknya kondisi korban, banyak keluarga korban yang sulit mengenali korban tabrak maut tersebut.
Untuk mengidentifikasi para korban tabrak maut tersebut, Polda Jabar mengirimkan dua tim guna menyelidiki kejadian tersebut di tempat kejadian perkara.
"Banyak korban yang kondisinya rusak dan sulit dikenali, karena itu perlu dibantu. Tim  Saat ini sedang dalam perjalanan dan sekitar satu jam lagi sampai," kata Tubagus Anis Angkawijaya kepada Viva news di RSUD Cianjur, Sabtu, 23 Febuari 2013
 
Api Melahap Rumah Tua Jompo
Di tengah suasana menjelang lelap tertidur, sekitar jam 9 an malam, Ejeh (75 th), seorang perempuan tua yang beralamat di Kp. Paminggir RT 03 RW 02 Desa Cibaregbeg Cibeber Cianjur terhanyut dalam kesedihan yang menimpanya. Tepatnya, pada tanggal 21 Maret 2013, sekitar pukul 20.30 WIB menjelang tidur menjemput impian, rumah Ejeh yang sudah menjelang lapuk, habis dan musnah dilalap sijago merah. Akhirnya Ejeh pun harus rela menerima mimpi buruk yang nyata menimpanya.
Kepala Desa Cibaregbeg, H. Abdul Majid mengatakan :”bahwa kebakaran yang menimpa rumah Ibu Ejeh tersebut adalah diperkirakan akibat dari terjadinya arus pendek listrik atau kornsleting listrik”.
Tetangga yang menyaksikan dan sekaligus ikut memadamkan api dan menyelematkan rumah yang berada di sampingnya mengatakan bahwa kebakaran tersebut agak susah dipadamkan karena alat pemadam yang sangat sederhana. Tanpa bantuan Pemadam Kebakaran.
Banyak saksi yang menilai bahwa kebakaran tersebut memusnahkan asset sekitar Rp. 30 jutaan. Jumlah itu sangatlah berarti bagi seorang Ibu Ejeh yang hidup berada pada kehidupan kekurangan, apalagi dia hidup sebatangkara sebagai janda tua atau jompo.
Pemerintah Desa Cibaregbeg menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan tindakan nyata untuk memberikan bantuan kepada Ibu Ejeh yang merupakan penduduk Cibaregebeg tersebut. Baik berupa pembangunan rumah sederhana atau yang lainnya. Namun hal tersebut tentulah perlu perencanaan yang matang dan kerja sama yang solid semua pihak yang berkompeten.
Bantuan bentuk apapun sangatlah dibutuhkan dan diterima oleh Ibu Ejeh. Bahkan Kepala Desa Cibaregbeg menganjurkan kepada pihak masyarakat luas agar menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu Ibu Ejeh sebagai korban kebakaran. Bantuan bisa salurkan melalui kantor desa Cibaregbeg. _YP
 
 
Uang Palsu Kembali Beredar Di Cianjur
CIANJUR-BERITA.COM__Tiga orang yang telah berani mengedarkan uang dolar palsu, pada hari kamis tertangkap oleh anggota polres Cianjur. Dari tangan mereke berhasil disita sejumlah uang 295 lembar pecahan 100 USD.
Berawal dari seorang Umar (35) yang berusaha mengembalikan uang pinjaman nya denganmenggunakan uang dolar palsu, kemudian ditangkap anggota Polesk Cibinong, Cianjur Selatan. Dari penangkapan tersebut kemudian dikembangkan.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Umar, bahwa uang dolar tersebut diperoleh dari pelaku lainnya yang bernama Hardi, seorang warga Lebak-Banten dan Miftah penduduk Kecamatan Cugenang.
"Mendapati keterangan tersebut, anggota kami melakukan pengejaran dan berhasil menangkap kedua pelaku lainnya di wilayah hukum Polsek Cugenang, tepatnya di rumah pelaku Miftah," kata Kapolres Cianjur, AKBP Agustri Heriyanto kepada ROL
Kapolres Cianjur menyampaikan bahwa dari tangan Miftah berhasil disita 295 lembar pecahan 100 USD palsu. Para pelaku mengaku bahwa uang dolar palsu tersebut merupakan titipan orang yang beru mereka kenal.
"Saat ini kami masih mengembangkan kasus tersebut karena ketiga pelaku menyebutkan uang tersebut titipan seseorang yang baru mereka kenal. Kemungkinan mereka ini sindikat pengedar uang palsu antar daerah," kata Kapolres Cianjur.
Mereka akan dijerat pasal 245 KUHP dengan ancaman kurungan lima belas tahun penjara. Ujar Agustri__TB
 

 

Situs Gunung Padang Yang Bikin Bangga
Situs punden berundak Gunung Padang adalah salah satu bukti kekayaan sejarah bangsa Indonesia yang sekaligus juga merupakan bukti peradaban Indonesia telah maju sejak 10.900SM yang lalu. Sisa-sisa peninggalan masa lampau ini-pun menimbulkan banyak kontroversi dan cara pandang yang berbeda. Sebagian orang ada yang menyimpulkan bahwa situs ini adalah merupakan piramida yang umurnya lebih tua dari piramida yang ada di Mesir, ada juga yang mengatakan bahwa di perut gunung padang tersimpan harta karun yang tidak ternilai harganya, bahkan ada yang mengatakan gunung padang adalah merupakan Antlantis yang hilang dan akan muncul kembali di Gunung Padang.

Sejak isu-isu tersebut mencuat kepermukaan, menyebabkan orang penasaran dan membuat mereeka berkunjung untuk mengetahui sosok gunung padang lebih dekat, mereka datang untuk sekedar tahu atauberwisata ketempat tersebut bahkan ada diantaranya yang salah persepsi dan "ngalap berkah" ditempat tersebut.

Begitu hebohnya pemberitaan gunung Padang membuat BATAN-pun menurunkan Timnya untuk menyelidiki gunung yang berada di Cianjur ini. Hasil yang diperolehpun sungguh mengejutkan, ternyata tumpukan batu dengan luas 900 meter persegi ini adalah buatan manusia pada jaman dahulu. Berikut ini kesimpulan yang di temukan oleh BATAN dari hasil penyelidikannya:
Hasil mengejutkan dan konsisten dikeluarkan oleh laboratorium Beta Analytic Miami, Florida,minggu lalu tambahnya dimana umur dari lapisan dari kedalaman sekitar 5 meter sampai 12 meter bada bor 2 umurnya sekitar 14500 – 25000 SM/atau lebih tua. Sementara beberapa sample konsisten dengan apa yg di lakukan di Lab BATAN. Kita tahu laboratorium di Miami Florida ini bertaraf internasional yang kerap menjadi rujukan berbagai riset dunia terutama terkait carbon dating. 
Hasil kedua laboratorium ini menjawab keraguan banyak pihak atas uji sampel di laboratorium BATAN. Sebelumnya,tim riset terpadu mandiri telah melakukan uji terkait usia Gunung Padang di laboratorium BATAN, namun tidak banyak respon positif, bahkan meragukannya. Padahal hasil yang diperoleh oleh kedua laboratorium itu tidak banyak berbeda, Sudah saatnya kita percaya terhadap kemampuan dan kualitas para ilmuwan serta laboratorium nasional seperti BATAN, berikut hasil uji di dua laboratorium tersebut: 
·         Umur dari lapisan tanah di dekat permukaan (60 cm di bawah permukaan) ,sekitar 600 tahun SM (hasilcarbon dating dari sampel yg diperoleh Arkeolog, Dr. Ali Akbar,anggota tim riset terpadu di Laboratorium Badan Atom Nasional (BATAN);  
·         Umur dari lapisan pasir-kerikil pada kedalaman sekitar 3-4 meter di Bor-1 yang melandasi Situs Gunung Padang di atasnya (sehingga bisa dianggap umur ketika Situs Gunung Padang di lapisan atas dibuat) sekitar 4700 tahun SM atau lebih tua (diambil dari hasil analisis BATAN; 
·         Umur lapisan tanah urug di kedalaman 4 meter diduga man made stuctures (struktur yang dibuat oleh manusia)dengan ruang yang diisi pasir (di kedalaman 8-10 meter) di bawah Teras 5 pada Bor-2,sekitar 7600-7800 SM (Lab Miami Florida);  
·         Umur dari pasir yang mengisi rongga di kedalaman 8-10 meter di Bor-2, sekitar 11.600-an tahun SM atau lebih tua (Lab Batan);  
·         Umur dari lapisan dari kedalaman sekitar 5 meter sampai 12 meter,sekitar 14500 – 25000 SM/atau lebih tua (lab Miami Florida). 
Sebelumnya tim riset katastropik purba dan dilanjutkan tim terpadu penelitian mandiri Gunung Padang menemukan beberapa hal penting:
Pembukaan semak-semak pada sisi Tenggara teras 5 ke arah bawah menemukan 20 tingkat terasering punden berundak disusun oleh masyarakat yang berbudaya gotong royong mempunyai kemampuan teknologi yang maju. Terasering punden berundak ini mematahkan hipotesis penelitian sebelumnya bahwa situs gunung Padang hanya terdiri dari 5 teras pada area seluas 900 m2. 
 Dengan dibukanya 20 tingkat terasering menunjukan bahwa situs gunung Padang sangat besar. Diperkirakan zona inti utama situs gunung Padang lebih besar dari 25 hektar. Pembukaan semak2 dan hasil pemindaian USG Georadar pada sisi Timur teras 2 ke arah bawah menemukan bentuk struktur pintu gerbang buatan manusia. Hasil pengambilan sampel dengan bor coring 1, memastikan struktur buatan manusia sampai dengan kedalaman -27m dari permukaan teras 3. Hasil pengambilan sampel dengan bor coring 2, menemukan struktur rongga2 besar buatan manusia yang berisi pasir dengan butiran yang sangat seragam. Hasil pengukuran dengan geomagnetik menemukan anomali medan magnetik yang besar pada teras 2. 
·         Adanya tanda-tanda berbentuk gambar atau cekungan buatan manusia pada setiap batu yang berada di teras 1 s.d. 5. Penelitian mengenai makna bentuk gambar dan aksara yang terbentuk pada batu breksi andesit merupakan hal terbaru. 
Selain riset dan survei, kajian pustaka terus dilakukan. Sebut saja pada Naskah Bujangga Manik dari abad ke-16 menyebutkan suatu tempat "kabuyutan" (tempat leluhur yang dihormati oleh orang Sunda) di hulu Ci Sokan, sungai yang diketahui berhulu di sekitar tempat ini[4]. Menurut legenda, Situs Gunungpadang merupakan tempat pertemuan berkala (kemungkinan tahunan) semua ketua adat dari masyarakat Sunda Kuna. Saat ini situs ini juga masih dipakai oleh kelompok penganut agama asli Sunda untuk melakukan pemujaan. 
Jika dilihat dari atas, gunung padang terlihat sangat persis bentuknya dengan piramida yang ada di mesir. umurnya diperkirakan jauh lebih tua dari pada piramida mesir sekitar 10.000 tahun sebelum masehi. karena sesungguhnya gunung padang bukanlah gunung melainkan bangunan berbentuk mirip dengan piramida yang telah terkena timbunan debu vulkanik sehingga terlihat seperti gunung yang sudah ditumbuhi pepohonan. didalam gunung padang dipercaya memiliki ruang didalamnya yang kini telah tertimbun tanah. 
Dalam situs gunung padang ditemukan alat musik yang berupa batu persegi panjang yang bergelombang pada bagian atasnya, jika setiap gelombang dipukul, maka akan mengeluarkan bunyi yang berbeda antar gelombang satu dengan yang lain. dan alat musik dari batu itu dapat dimainkan dengan benar. 
Ada beberapa orang yang percaya kalau situs gunung padang memiliki keterkaitan dengan situs piramida yang ada di mesir, dikarenakan bentuknya yang mirip dengan ruang didalamnya dan karena umurnya yang jauh lebih tua dibandingkan piramida yang ada di mesir. saaat ini situs padang masih berada dalam masa pengkajian lebih lanjut. 
Menelusuri misteri situs Gunung Padang. Usia "piramida" Gunung Padang diperkirakan 4.700-10.900 tahun sebelum Masehi--bandingkan dengan piramida Giza di Mesir, yang hanya 2.500 SM. Namun pembuktian belum maksimal, dan ini menyebabkan pakar geologi masih ragu terhadap "piramida" itu. Terlalu dini untuk diumumkan. Oleh karena itu Tim Terpadu Riset Mandiri Gunung Padang melanjutkan penelitiannya pada 2013 ini.
Hingga saat ini Gunung Padang sudah menjadi buah bibir setelah Tim Katastrofi Purba meneliti patahan gempa Cimandiri, sekitar empat kilometer ke arah utara dari situs tersebut. dikutip dari http://realifact.blogspot.com
 
 
 

 

 
 
 
 
 
 
Title website anda
Pilihan Bahasa
KUNJUNGAN KE WEB INI